Smartphone merupakan telepon genggam yang mempunyai kemampuan dan fungsi lebih menyerupai komputer. Dengan kemampuan yang canggih, smartphone mampu memberikan layanan dengan baik dan mempermudah komunikasi dengan berbagai fitur yang disuguhkannya. Tapi apakah kita tahu seperti apa perkembangan smartphone dari waktu ke waktu?

Smartphone dirilis perdana oleh IBM pada tahun 1993 dengan sebutan The Simon. Ketika pertama kali diluncurkan, perangkat ini sudah mempunyai fungsi lengkap selain sebagai mobile phone, voice dan data, juga untuk PDA dan mesin fax. Maka layak rasanya The Simon disebut sebagai smartphone generasi pertama. Setelah itu, maju ke pasar pada tahun 1998, Nokia Communicator 9000 atau 9110 menandai sesuatu yang baru dan modern dari smartphone. Perangkat ini menjadi inspirasi dan dikenal sebagai ponselnya pebisnis. Lebih portabel, dengan model slider, layar memanjang dan papan ketik qwerty menjadikan Communicator 9110 begitu melegenda. Apalagi fungsinya juga bertambah dengan kehadiran browser web, walaupun belum maksimal seperti sekarang.

Pada awal abad 21 smartphone terus mengalami perkembangan dan perbaikan bahkan penambahan fitur-fitur baru yang muncul seperti pada Palm OS Treo yang dirilis pada tahun 2001 dengan papan ketik atau keypad penuh digabung dengan jelajah tanpa kabel yang diselaraskan dengan komputer. Selain itu muncul smartphone yang cukup popular di kalangan masyarakat yaitu RIM BlackBerry pertama pada tahun 2002 dengan menggunakan surel tanpa kabel yang telah maksimal dan penggunanya sangat banyak hingga 8 juta dalam jangka waktu 5 tahun. Pada tahun yang sama semenjak rilisnya RIM BlackBerry pertama, sebuah perusahaan besar Microsoft juga merilis Windows CE yang dinobatkan sebagai “Microsoft Windows Powered Smartphone 2002”. Pada tahun 2005 Nokia juga tidak mau kalah dan bangkit kembali dengan menerbitkan seri-N ponsel cerdas 3G yang dijual bukan sebagai telepon genggam tetapi sebagai komputer multimedia. Pada tahun 2008 munculah sebuah smartphone yang menjadi cikal-bakal untuk smartphone masa kini dengan dirilisnya sebuah smartphone Android, OS untuk ponsel cerdas keluaran tahun 2008. Android didukung oleh Google, bersama pengusaha piranti keras dan lunak yang terkemuka lainnya seperti Intel, HTC, ARM, Motorola dan eBay, yang kemudian membentuk Open Handset Alliance. Smarphone pertama yang menggunakan Android OS adalah HTC Dream, merk keluran dari T-Mobile. Fitur telepon penuh, layar sentuh secara utuh, papan ketik QWERTY, dan bola jalur untuk menavigasikan halaman web. Piranti lunak cocok dengan aplikasi Google, seperti Maps, dan Gmail, juga Google's Chrome Lite. Aplikasi pihak ketiga juga tersedia lewat Android Market, ada yang gratis ataupun dengan biaya. Namun, pada Juli 2008 muncul pesaing Android OS yaitu Apple dengan memperkenalkan App store dengan aplikasi gratis dan dengan biaya. App store dapat menyampaikan aplikasi ponsel cerdas yang dikembangkan oleh pihak ketiga langsung dari iPhone dengan jaringan selular tanpa menggunakan komputer untuk mengunduh. App Store telah menjadi suatu kesuksesan bagi Apple dan pada Juni 2009 terdapat lebih dari 50,000 aplikasi yang ada. App store menembus satu juta unduh aplikasi pada 23 April 2009.

Seiring dengan kemajuan bidang teknologi dunia, smartphone kini sudah jauh lebih baik dari pendahulu smartphone pada masanya. Dengan penambahan fitur dan melakukan pembaharuan, kini smartphone merupakan suatu kebutuhan yang penting untuk berkomunikasi dan melakukan pekerjaan dengan mobile.

Sumber:
http://forum.detik.com/selamat-datang-di-era-smartphone-tingkat-tinggi-t253684.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Ponsel_cerdas
http://tyalolitavertika.blogspot.com/2012/09/perkembangan-smartphone.html
http://www.wellcommshop.com/perkembangan-menarik-smartphone-dari-masa-ke-masa
http://beritatekno.blogdetik.com/2014/07/20/sejarah-perkembangan-smartphone/
http://wikuhapsara.blogspot.com/2012/08/sejarah-perkembangan-smartphone-dari.html
https://ekanyadarell.wordpress.com/2012/03/13/perkembangan-dunia-teknologi-informasi-5-2/

Posted on Thursday, February 12, 2015 by Ahmad Kosasih

No comments

Selamat pagi semua ^^
Wah ngga kerasa nih saya kuliah di STIS udah hampir 1 semester :D
Mau tau ngga pengalaman saya kuliah di sini? (Oke abaikan ini alay -_-)
Kalian tau ngga gimana awalnya kuliah di sini? Pake seragam? Serem2 gitu? Militer? Pembinaan fisik? Wih jangan salah, walaupun pake seragam yg cool berpangkat pula, kita kuliahnya tidak terlalu diberikan pembinaan fisik yg berlebih dan kuliah disini lebih mengutamakan kedisiplinan. Yap karena STIS perguruan tinggi kedinasan non militer :D jadi kuliah di sini seru banget bisa ketemu temen2 se nusantara dari sabang sampe merauke lho :O (wiiiih kereeeeen) oke lanjut :D
Apa sih serunya kuliah di STIS? yg saya rasakan sih pokonya asyik banget kuliah di sini, temennya banyak dan berasal dari berbagai daerah, bahasa dan logat yg beda2 :v dan dapet uang tiap bulan (eeeeh ngaco kan ._.v)
Oke awal saya masuk STIS cangguuuuuung banget, kenapa? Karena saya satu2nya dari SMA saya yg masuk STIS dan teman saat seleksipun semuanya perempuan sedangkan saya satu2nya laki2 waktu itu. Haha pokonya jadi pendiem mendadak .-. Tapi setelah saya melihat sekitar mahasiswa yg keterima dari daerah lain juga ternyata ramah2 yg saya kira dulu karena saya anggap pada pinter jadi sombong eh ternyata di sini baik2 semua :D
Bahkan saat saya kenalan dengan mahasiswa juga dikenalin sama orang tuanya trus ngobrol masalah daerah masing2, ah pokonya ngga nyangka banget, kesan pertama ke kampus jadi moment yg ngga bisa dilupain ^^
Pas pertama ke STIS saya juga sekaligus daftar ulang kan ditemenin orang tua, eh pas masuk ruangan saya kaget ternyata ada penggundulan masal buat MP2K (semula MAGRADIKA). Apa sih MP2K itu? Tau OSPEK kan? Nah itu dia sama aja :D Cuma kita tuh dari tgl 8 sept sampe 2 oktober 2014 :D lama yah? Ngga ko malah seru banget :3 oke MP2K saya akan ceritakan di lain postingan :D
Sekarang balik kejudul .-.
Kuliah di sini keren kali pokonya :D temen2nya baik, ramah, lucu, gemes, imut, seru, kocak, pinter, dan lain2 pokonya seru. Kuliah yg katanya sulit juga kalo sama mereka mah jadi ke bawa seru, jadi malah pengen ke kampus terus :D
Selain kuliah juga kita biasanya ada belajar bareng namanya KSM (Kelompok Studi Mahasiswa) jadi tiap ada kesulitan kita belajar sama2 biar semuanya ngerti dan paham :D wih pokonya di sini tuh ngga ada istilah pinter sendiri, kita di sini satu keluarga. Saya sekarang kelas 1B dan saya senang sekali bisa bersama dan bareng mereka ^^ nih saya kasih liat foto temen2 saya di STIS dan fo yg paling bawah adalah penampakan yg jangan dianggap serius :v
Wah cukup sampe sini dulu deh, kapan2 saya ceritakan keseruannya lagi. Daaaah ^^//

Posted on Wednesday, February 11, 2015 by Ahmad Kosasih

2 comments



Era globalisasi yang erat kaitannya dengan teknologi informatika, secara perlahan menggiring para siswa menjadi sosok mandiri yang berorientasi ke era digital di mana segala informasi mudah didapat dan diakses. Hal ini bisa berdampak positif dan negatif, positifnya menjadikan mereka ‘melek’ teknologi dan berpikir global, namun sisi negatifnya, kemungkinan besar nilai-nilai yang tertanam sejak mereka kecil seperti, adat-istiadat, norma-norma, agama, rasa kemanusiaan, rasa empati dan rasa cinta terhadap bangsa mengalami pergeseran, sehingga egoisitas dan unsur kepentingan pribadi menjadi hal yang utama. Agar semuanya belum terlambat, perlu dibangun sebuah karakter kebangsaan yang kuat yang bertujuan agar mereka mengenal siapa sesungguhnya mereka dan di mana mereka berpijak.

Totok Suprayitno, Ph.D,
Logika Mengalir Dengan Baik

Respon  positif yang berkaitan dengan pendidikan karakter bangsa juga tercermin dari apa yang disampaikan oleh  Direktur Pembinaan SMA Totok Suprayitno Ph.D. Dalam pesannya, Direktur mengatakan bahwa  salah satu puncak kerja keras dari kawan-kawan yang akan berlaga di bidang sains, debat maupun ilmu terapan; baik itu di tingkat nasional maupun internasional adalah, telah dilaluinya jalan panjang  yang dimulai dari tingkat lokal, sampai tingkat nasional. Di tingkat internasional, mereka mewakili Indonesia, dan bukan lagi mewakili SMA. Oleh sebab itu, Direktur sangat meng-appreciate dan mengingatkan kembali kepada para peserta untuk selalu membawa dan menunjukkan karakter sebagai bangsa Indonesia.

Mengapa karakter sebagai bangsa Indonesia penting ditonjolkan?  Hal ini erat kaitannya dengan kepribadian bangsa. Menghargai dan menghormati bendera pun tak kalah pentingnya. Semua itu erat kaitannya dengan pandangan dunia internasional bahwa negara kita adalah negara yang berbudaya dan santun. Ritual penciuman bendera pun jangan dianggap sepele. Saat diadakan prosesi penciuman bendera Nasional Indonesia Merah Putih di setiap pelepasan peserta olimpiade sains maupun debat Bahasa Inggris, menurut Direktur, tersimpan makna yang sangat dalam di balik ritual ini. Di Amerika saja, ritual semacam itu terus-menerus dilaksanakan. “Oleh karena itu, tolong dicamkan bahwa pergi berlomba ke ajang internasional sebagai wakil yang membanggakan Indonesia, bisa mencapai prestasi terbaik, dan menjadi juara. Tidak menjadi juara berapa pun bukan masalah,  yang penting raihlah setinggi mungkin prestasi yang bisa dicapai,” harapnya.

Peraihan sebuah medali  juga penting, namun dalam membawa nama Indonesia hal itu bukan yang utama, yang harus dijaga adalah bertingkah laku sesuai dengan norma-norma dan adat istiadat timur sebagai bangsa Indonesia. “Di dalam tingkah laku dan pergaulan sehari-hari, tunjukkan bahwa Indonesia diisi oleh orang-orang yang pintar, cerdas dan baik, yang penuh keramahan dan santun, tunjukkan itu ke kawan-kawan sesama peserta lomba.” Sarannya.

Dalam mengikuti lomba di tingkat internasional Direktur berpesan agar ajang itu jangan dijadikan beban atau backpack atau ransel yang sangat berat, namun biarkan semuanya berlalu dan ketika Anda bebas berpikir, di situ logika yang akan mengalir dengan baik. Biarkan pikiran anda bebas berimajinasi sekritis mungkin, logikanya dibiarkan seliar mungkin, dan prestasi akan mengikuti, dari semua itu  jangan lupa berdoa.

Apa yang diungkapkan Totok Suprayitno Ph.D tampaknya memberi masukan yang cukup signifikan bagi para kepala sekolah. Mereka bagai memperoleh pencerahan bagaimana pendidikan karakter bangsa sebaiknya dilaksanakan. Para kepala sekolah ini juga memiliki beberapa kiat yang mungkin saja patut dijadikan bahan pembelajaran bagi kepala sekolah lainnya yang ada di seluruh Indonesia.

DR. Mukhlis Catio M.Ed,
Nilai Pokok Pendidikan Karakter

Berkaitan dengan Pendidikan Karakter Bangsa (Pendikar), Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik, Mukhlis Catio M.Ed kembali menegaskan bahwa tahun 2012 Pendikar berkaitan erat dengan instruksi Menteri Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi para siswa. Di samping Pendikar, Menteri  menyarankan untuk menggunakan ICT dalam rangka mensosialisasikan kegiatan tersebut. Sebab, di dalam karakter bangsa ada 4 nilai pokok yang harus ditonjolkan, pertama kejujuran. Kejujuran itu penting, bila kejujuran dilakukan dengan baik, mulai dari tingkat sekolah, maka selanjutnya mereka dalam menempuh masa depan yang lebih baik, mereka akan dipercaya oleh atasan maupun bahawan.  Kebiasaan bersikap jujur akan memberikan dampak positif bagi siswa jika kelak ia terjun di masyarakat. Inilah yang kami harapkan dari mereka.

Kedua adalah disiplin, disiplin juga pembentukan karakter di dalam diri siswa. Disiplin merupakan indikator keberhasilan pendidikan, kalau disiplinnya berjalan baik, maka diperkirakan 60 sistem pendidikan di negeri ini sudah berhasil. Mengapa? Sebab apabila disiplin sudah mendarah daging, akan terus melekat di diri siswa hingga dia dewasa.

Ketiga adalah kreativitas. Untuk menumbuhkan siswa yang kreatif mereka harus dipacu agar mandiri dan gemar membaca. memiliki wawasan luas dan menimbulkan minat yang besar di bidang entrepreneurship.  Kalau ini dilakukan dengan baik, maka  jiwa kreatif serta kemandirian mereka kian bertumbuh,  dan mereka akan menjadi manusia yang berkualitas nantinya.

Keempat kebersihan, bersih ucapan dan bersih pakaiannya, adalah sosok dari siswa yang berakhlak mulia. Ditambah lagi dengan bersih hati dan batinnya, dia tidak lagi dilingkupi oleh rasa iri dan dengki, lengkaplah ia disebut sebagai sosok siswa yang wisw dan peduli sesama, khususnya kaum miskin dan orang-orang yang terpinggirkan.

Empat nilai pokok yang harus ada dalam diri siswa dan erat kaitannya dengan Pendidikan Karakter Bangsa, merupakan fondasi yang harus terus ditanamkan. Mendiknas juga kerap menyampaikan,  bahwa ada tiga lagi hal penting yang perlu ada dalam diri siswa, pertama  sebagai hamba Tuhan kita tidak boleh congkak atau sombong, karena kita sama-sama ciptaan Tuhan, harus rendah hati dan menghargai sesama, tidak membedakan warna kulit, asal usul, etnis, agama dan sebagainya. “Sebagai siswa yang kelak menjadi pemimpin bangsa. Ke depan, dia harus mengerti visi dan misi hidupnya, punya jiwa kepemimpinan, visioner, tidak mudah tersinggung, fleksibel, bisa menyesuaikan dengan keadaan. Seorang pemimpin harus punya pengetahuan yang luas dan dia harus terus belajar dan  bekerja keras,” ujarnya.
I Nyoman Darta
Tiga Pendekatan Manajemen

Selaku kepala sekolah SMAN Bali Mandara, I Nyoman Darta memiliki beberapa kiat khusus yang ia terapkan pada para siswanya agar wawasan kebangsaan kian melekat di diri mereka, yaitu entrepreneurship, leadership dan learning to life. Para siswa di sekolah ini juga mempelajari teknik wirausaha, contohnya pembibitan jamur. Mulai dari merencanakan melaksanakan dan memasarkan, semua diajarkan. Sedangkan untuk leadership mereka digilir untuk menjadi kepala asrama, “Di sini ada sembilan rumah tinggal. Tiap rumah ada ketuanya. Sang ketua menjadi wali atau orangtua mereka yang bertanggungjawab atas apa saja yang mereka lakukan. Di dalam asrama ini mereka digilir menjadi kepala house. Dengan demikian mereka merasakan juga bagaimana menjadi seorang leader yang baik.” Tutur Nyoman Darta, kepala sekolah yang pernah memperoleh penghargaan sebagai Kepala Sekolah terbaik tingkat nasional dan pernah menjadi Kepala sekolah untuk SMAN 1 Singaraja.

Menurut Nyoman kembali, untuk mengelola sekolah menjadi lebih baik, dengan menerapkan tiga manajemen, yaitu partisipatif, keteladanan dan on time full time. Manajemen partisipatif ia lakukan dengan melempar ide ke guru-guru dan siswa dalam pemberantasan merokok di sekolah. Setelah rumusan undang-undang diperoleh maka peraturan itulah yang diberlakukan, sehingga jika dilanggar, mereka akan malu sendiri sebab peraturan itu dibuat bersama-sama. Sedangkan manajemen keteladanan dilaksanakan dengan mencontohkan diri sendiri. Nyoman Darta berpesan pada guru-guru, siswa dan siapa saja yang terkait dengan dunia pendidikan bahwa sebelum menasehati orang, sadarkan diri kita hanya bisa merubah diri sendiri dan tidak bisa merubah orang lain. “Jadi artinya sebelum saya menasehati orang lain rubahlah perilaku kita menjadi baik dulu. Itu selalu selalu saya dengung-dengungkan,“ ujarnya.

Manajemen on time full time adalah dengan menyadarkan betapa pentingnya kita menghargai waktu. Jadi pendidikan karakter itu harus dibentuk, bukan dinilai. Untuk melihat proses peningkatannya itu lewat penilaian, akhlak mulia dan kepribadian, adalah tugas guru untuk membinanya. “Bila ada guru yang membentak-bentak murid, gurunya saya panggil, saya salahkan guru tersebut, sebab kalau membentak semata-mata melihat nilai saja, itu kurang bermanfaat. Guru harus bertanya mengapa dia begitu? Jika ada guru yang masuk kelas muridnya tidak ada kita harus instrospeksi diri, tidakkah kita yang suka terlambat datang mengajar? Jika kita rajin pasti muridnya juga rajin, munculnya murid yang malas dari kita gurunya sendiri.” jelasnya.

I Ketut Suyastra,
Pola dan Contoh yang Bagus

I Ketut Suyastra selaku Kepala Sekolah SMAN 3 Denpasar Bali, memberi masukan yang positif dangan diadakannya Kemah Remaja. Semua kegiatan kalau dilaksanakan dengan baik itu bagus, namun di lapangan kita harus lebih jeli mengantisipasinya. Pola yang bagus agar siswa semakin mencintai bangsa ini adalah dengan memberikan contoh. Misalnya jika saya bicara masalah kedisiplinan, saya harus hadir tidak boleh terlambat, saya tidak boleh bicara disiplin pada anak-anak kalau saya sering terlambat datang ke sekolah.” Terangnya. Sebab, untuk menjadi  suri tauladan bagi orang lain itu sulit dan harus dimulai dari diri sendiri. Pendidikan karakter mungkin bisa berhasil dengan baik asal diimbangi dengan contoh-contoh perilaku kita sendiri.

Drs. I Made Nengah,
Seni dan Kepramukaan

Penerapan seni dan kepramukaan sangat erat hubungannya dengan karakter bangsa, demikian diungkapkan oleh  Drs. I Made Nengah Kepala sekolah SMAN 1 Ubud. SMAN 1 Ubud mengangkat 4 karakter yaitu religius, toleransi, peduli lingkungan, dan disiplin.

Seni dan budaya yang berkembang di sekolah ini tidak perlu diragukan lagi. Setiap tahun dalam ajang lomba-lomba seni yang diadakan di tingkat provinsi maupun nasional, kerap keluar sebagai juara satu. Sekolah yang banyak melahirkan bibit-bibit penari Bali yang handal ini, kerap didatangi negara-negara luar seperti Australia, Amerika dan Jepang untuk menimba ilmu. “Melalui seni dan budaya, membentuk para siswa menjadi pribadi yang lembut dan bersahabat. Dengan demikian karakter bangsa yang ingin dimunculkan dalam diri remaja itu dapat tersalurkan.” Jelas Made Nengah. Fanny/Rinda

Posted on Saturday, July 07, 2012 by Ahmad Kosasih

No comments


Thomas Alva Edison
Thomas Alva Edison dilahirkan di Milan, Ohio pada tanggal 11 Februari 1847. Tahun 1954 orang tuanya pindah ke Port Huron, Michigan. Edison pun tumbuh besar di sana. Sewaktu kecil Edison hanya sempat mengikuti sekolah selama 3 bulan. Gurunya memperingatkan Edison kecil bahwa ia tidak bisa belajar di sekolah sehingga akhirnya Ibunya memutuskan untuk mengajar sendiri Edison di rumah. Kebetulan ibunya berprofesi sebagai guru. Hal ini dilakukan karena ketika di sekolah Edison termasuk murid yang sering tertinggal dan ia dianggap sebagai murid yang tidak berbakat.

Meskipun tidak sekolah, Edison kecil menunjukkan sifat ingin tahu yang mendalam dan selalu ingin mencoba. Sebelum mencapai usia sekolah dia sudah membedah hewan-hewan, bukan untuk menyiksa hewan-hewan tersebut, tetapi murni didorong oleh rasa ingin tahunya yang besar. Pada usia sebelas tahun Edison membangun laboratorium kimia sederhana di ruang bawah tanah rumah ayahnya. Setahun kemudian dia berhasil membuat sebuah telegraf yang meskipun bentuknya primitif tetapi bisa berfungsi.

Tentu saja percobaan-percobaan yang dilakukannya membutuhkan biaya yang lumayan besar. Untuk memenuhi kebutuhannya itu, pada usia dua belas tahun Edison bekerja sebagai penjual koran dan permen di atas kereta api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit. Agar waktu senggangnya di kereta api tidak terbuang percuma Edison meminta ijin kepada pihak perusahaan kereta api, “Grand Trunk Railway”, untuk membuat laboratorium kecil di salah satu gerbong kereta api. Di sanalah ia melakukan percobaan dan membaca literatur ketika sedang tidak bertugas.

Tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara-negara bagian utara dan selatan. Topik ini menjadi perhatian orang-orang. Thomas Alva Edison melihat peluang ini dan membeli sebuah alat cetak tua seharga 12 dolar, kemudian mencetak sendiri korannya yang diberi nama “Weekly Herald”. Koran ini adalah koran pertama yang dicetak di atas kereta api dan lumayan laku terjual. Oplahnya mencapai 400 sehari.

Pada masa ini Edison hampir kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan. Tetapi dia tidak menganggapnya sebagai cacat malah menganggapnya sebagai keuntungan karena ia banyak memiliki waktu untuk berpikir daripada untuk mendengarkan pembicaraan kosong.

Tahun 1868 Edison mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf di Boston. Seluruh waktu luangnya dihabiskan untuk melakukan percobaan-percobaan tehnik. Tahun ini pula ia menemukan sistem interkom elektrik.

Thomas Alva Edison mendapat hak paten pertamanya untuk alat electric vote recorder tetapi tidak ada yang tertarik membelinya sehingga ia beralih ke penemuan yang bersifat komersial. Penemuan pertamanya yang bersifat komersial adalah pengembangan stock ticker. Edison menjual penemuaannya ke sebuah perusahaan dan mendapat uang sebesar 40000 dollar. Uang ini digunakan oleh Edison untuk membuka perusahaan dan laboratorium di Menlo Park, New Jersey. Di laboratorium inilah ia menelurkan berbagai penemuan yang kemudian mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia.

Tahun 1877 ia menemukan phonograph. Pada tahun ini pula ia menyibukkan diri dengan masalah yang pada waktu itu menjadi perhatian banyak peneliti: lampu pijar. Edison menyadari betapa pentingnya sumber cahaya semacam itu bagi kehidupan umat manusia. Oleh karena itu Edison mencurahkan seluruh tenaga dan waktunya, serta menghabiskan uang sebanyak 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk percobaan membuat lampu pijar. Persoalannya ialah bagaimana menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listrik tetapi tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam.

Masih banyak lagi hasil penemuan Edison yang bermanfaat. Secara keseluruhan Edison telah menghasilkan 1.039 hak paten. Penemuannya yang jarang disebutkan antara lain : telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak.

Thomas Edison juga berjasa dalam bidang perfilman. Ia menggabungkan film fotografi yang telah dikembangkan George Eastman menjadi industri film yang menghasilkan jutaan dolar seperti saat ini. Dia pun membuat Black Maria, suatu studio film bergerak yang dibangun pada jalur berputar.

Melewati tahun 1920-an kesehatannya kian memburuk dan beliau meninggal dunia pada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun. (An)

FAKTA UNIK TENTANG THOMAS ALVA EDISON

Di antara berbagai kisah sukses pendiri General Electric itu terselip beberapa fakta menarik. Berikut ini kami sajikan 10 diantaranya.

1. Sulit mendengar, bukan tuli

Edison kerap kali disebut tuli. Padahal ia bukan sama sekali tidak bisa mendengar, namun memiliki kesulitan untuk mendengar secara sempurna. Penyebabnya berbeda menurut beberapa sumber. Ada yang menyebut karena demam ketika ia masih kecil serta beberapa kali infeksi bagian tengah telinga yang tidak diobati. Ada juga yang menyebutkan karena telinganya dipukul kondektur kereta api ketika laboratorium kimianya di gerbong barang terbakar.

2. Surat kabar di atas kereta pertama

Kegemaran Edison bereksperimen di gerbong kereta api membuatnya memiliki laboratorium di dalam gerbong barang meski akhirnya laboratorium itu terbakar. Edison kemudian membangun kembali laboratorium kimia dan percetakan di bagasi mobil. Dari sinilah ia mempublikasikan Grand Trunk Herald yang merupakan surat kabar pertama yang dipublikasikan di atas kereta.

3. Dot dan Dash

Edison memiliki 3 orang anak dari pernikahannya dengan Mary Stilwell. Dua orang anaknya diberi nama panggilan unik, Dot (Marion Estelle Edison) dan Dash (Thomas Alva Edison Junior), yang diduga diambilnya dari lambang yang digunakan dalam sandi Morse yaitu titik “.” dan garis “-”.

4. Melamar Mina dengan kode Morse

Setelah Mary Stilwell meninggal dunia, Edison bertemu Mina Miller yang adalah seorang anak penemu, Lewis Miller. Ia mengajari Mina kode Morse agar mereka dapat berkomunikasi secara rahasia dengan ketukan kode di tangan mereka. Suatu hari Edison bertanya kepada Mina: .- – ..- .-.. -.. -.- – ..- – .- .-. .-. -.- – . yang kemudian dijawab Mina dengan: -.- . … Tak lama kemudian, keduanya pun menikah.

5. Menolak disebut gagal

Edison memprotes sebuah surat kabar yang memuat judul berita utama: “Setelah 9.955 kali gagal menemukan bola lampu pijar, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala”. Ia meminta judul berita itu diganti. Keesokan harinya, atas permintaan Edison, surat kabar itu mengganti judul berita utamanya menjadi: “Setelah 9.955 kali berhasil menemukan lampu yang gagal menyala, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala”

6. Paten pertama yang gagal

Pada tahun 1869, di usianya yang ke-22, Edison memperoleh paten pertamanya untuk mesin perekam suara telegrafik yang dirancangnya untuk badan legislatif. Dengan alat itu, setiap anggota badan legislatif cukup menggerakkan satu tombol pada mesin yang akan merekam RUU yang dipilihnya. Sayangnya, alat tersebut ditolak badan legislatif karena cara kerjanya yang lambat.

7. Mesin tato

Pada tahun 1876, Edison mematenkan Stencil-pens, sebuah alat yang kemudian dimodifikasi Samuel O’Reilly untuk menjadi mesin tato pertama. Namun ia tetap dianugerahi penghargaan atas penemuan mesin tato yang pertama.

8. Laboratorium riset industri pertama

Setelah menjual quadruplex telegraf yang dibeli Western Union seharga $10 ribu, Edison menggunakan uang yang diperolehnya untuk membangun sebuah tempat yang sengaja akan dikhususkannya untuk terus menghasilkan serta mengembangkan produk inovasi teknologi. Tempat yang terletak di Menlo Park, New Jersey itu akhirnya berkembang menjadi laboratorium riset industri pertama di dunia.

9. Penyihir Menlo Park

Julukan tersebut didapat Edison setelah berhasil menemukan fonograf pada tahun 1877 sekaligus mengangkat popularitasnya. Pencapaian itu sangat tidak disangka-sangka oleh banyak orang sehingga tampak seperti sihir. Fonograf pertamanya berhasil merekam suara pada kertas timah yang mengelilingi sebuah silinder beralur. Namun kulitas suara yang dihasilkan masih buruk dan hasil rekamannya hanya bisa diputar ulang beberapa kali saja.

10. Listrik untuk semua

Konsep dan implementasi pembangkit tenaga listrik beserta pendistribusiannya ke rumah, kantor, dan pabrik sangat penting dalam perkembangan dunia industrialisasi modern. Edison lah yang pertama kali muncul dengan konsep itu. Pembangkit tenaga listriknya yang pertama dibangun di Manhattan Island, New York pada 1882.


Referensi :

- http://galileo-pmii.tripod.com/artikel/edison.htm
- http://wyranata.blogspot.com/2011/02/10-fakta-unik-thomas-alva-edison.html

Posted on Wednesday, March 21, 2012 by Ahmad Kosasih

No comments

“Bagaimana cara belajar matematika yang benar?”

“Belajar matematika adalah belajar hidup. Matematika adalah jalan hidup.”
Trachtenberg mempertaruhkan jiwanya menentang Hitler. Trachtenberg, setelah menyelami prinsip-prinsip matematika, menyimpulkan bahwa prinsip kehidupan adalah keharmonisan. Peperangan yang terus berkobar, menyulut kebencian tidak sesuai dengan prinsip-prinsip matematika. Matematika adalah keindahan.
Atas penentangannya ini, Hitler menghadiahi Trachtenberg hukuman penjara. Bagi Trachtenberg, perjara bukan apa-apa. Di dalam penjara, dia justru memiliki kesempatan memikirkan matematika tanpa banyak gangguan. Karena sulit mendapatkan alat tulis-menulis, Trachtenberg mengembangkan pendekatan matematika yang berbasis mental-imajinasi.
Seribu tahun sebelum itu, AlKhawaritzmi mengembangkan disiplin matematika baru: aljabar. AlKharitzmi beruntung hidup dalam lingkungan agama Islam yang kuat. Ajaran Islam, secara inheren, menuntut keterampilan matematika tingkat tinggi. Misalnya, Islam menetapkan aturan pembagian waris yang detil. Pembagian waris sistem Islam melibatkan banyak variabel matematis. Variabel-variabel yang beragam ini menantang penganut Islam – termasuk AlKhawaritzmi – untuk mencari pemecahan yang elegan.
Pemecahan terhadap sistem persamaan yang melibatkan banyak variabel ini membawa ke arah disiplin baru matematika: aljabar. AlKhawaritzmi menulis buku khusus tentang aljabar yang sangat fenomenal. Buku yang berjudul Aljabar ini menjadi panutan bagi matematikawan seluruh dunia. Sehingga nama AlKhawaritzmi menjadi dikenal sebagai Aljabar AlKhawaritzmi (Algebra Algorithm).
Sistem kalender Islam yang berbasis pada komariah (bulan, lunar) memberikan tantangan tersendiri. Penetapan awal bulan menjadi krusial di dalam Islam. Berbeda dengan kalender syamsiah (matahari, solar). Dalam kalender syamsiah, kita tidak begitu sensitif apa berbedaan tanggal 1 Juni dengan 2 Juni. Tetapi pada sistem komariah, perbedaan 1 Ramadhan denga 2 Ramadhan berdampak besar.
Itulah sebabnya, astronomi Islam dapat maju lebih awal. Astronomi memicu lebih berkembangnya teori trigonometri. Aturan sinus, cosinus, dan kawan-kawan berkembang pesat di tangan para astronom Islam waktu itu.
Ajaran agama Islam adalah jalan hidup. Untuk bisa melaksanakan ajaran Islam diperlukan matematika. Matematika menjadi jalan hidup.
Sehebat itukah peran matematika?
Haruskah kita mengambil matematika sebagai jalan hidup?
Tidak selalu! Tidak semua orang perlu mengambil matematika sebagai jalan hidup. Tidak harus semua orang meniru AlKhawaritzmi dan Trachtenberg.
Beberapa orang belajar matematika hanya untuk kesenangan. Beberapa orang yang lain belajar karena kewajiban. Ada pula yang belajar matematika agar naik jabatan. Ada juga agar lulus UN, SPMB, UMPTN. Ada juga untuk menjadi juara.
Masing-masing tujuan, berimplikasi kepada cara belajar matematika yang berbeda. Misalnya bila Anda belajar matematika untuk kepentingan lulus UN, SPMB, UMPTN 2008 akan berbeda dengan belajar untuk memenangkan olimpiade matematika.
Matematika UN, SPMB, UMPTN 2008 hanya menerapkan soal pilihan ganda. Implikasinya Anda hanya dinilai dari jawaban akhir Anda. Proses Anda menemukan jawaban itu tidak penting. Jadi Anda harus memilih siasat yang cepat dan tepat.
Gunakan berbagai macam rumus cepat dalam matematika. Rumus cepat ampuh Anda gunakan untuk UN, SPMB, UMPTN. Tetapi rumus cepat matematika tidak akan berguna untuk olimpiade atau kuliah kalkulus kelak di perguruan tinggi. Anda harus sadar itu.
Contoh rumus cepat matematika yang sering (hampir selalu) berguna ketika UN, SPMB, UMPTN adalah rumus tentang deret aritmetika.
Contoh soal:
Jumlah n suku pertama dari suatu deret adalah Sn = 3n^2 + n. Maka suku ke-11 dari deret tersebut adalah…
Tentu ada banyak cara untuk menyelesaikan soal ini.
Cara pertama, tentukan dulu rumus Un kemudian hitung U11. Cara ini cukup panjang. Tetapi bagus Anda coba untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman konsep deret. Rumus Un dapat kita peroleh dari selisih Sn – S(n-1) .
Cara kedua, sedikit lebih cerdik dari cara pertama. Kita tidak perlu menentukan rumus Un. Karena kita memang tidak ditanya rumus tersebut. Kita langsung menghitung U11 dengan cara menghitung selisih
S11 – S10 = U11
[3(11^2) + 11] – [3(10^2) + 10]
= 3.121 – 3.100 + 11 – 10
= 3.21 + 1
= 64
Cara ketiga, adalah rumus matematika paling cepat dari kedua rumus di atas. Tetapi sebelum menerapkan cara ketiga, kita harus memahami konsepnya terlebih dahulu dengan baik.
Are you ready?
Bentuk baku dari n suku pertama deret aritmetika adalah
Sn = (b/2)n^2 + k.n
Un = b(n-1) + a
a = S1 = U1
Anda harus pahami konsep di atas dengan baik. Cobalah untuk beberapa soal yang berbeda-beda. Tanpa pemahaman konsep yang baik, rumus cepat ini akan berubah menjadi rumus berat.
Dengan hanya melihat soal (tanpa menghitung di kertas) bahwa
Sn = 3n^2 + n
Kita peroleh
b = 6 (dari 3 x 2)
a = 4 (dari S1 = 3 + 1)
U11 = 6.10 + 4 = 64 (Selesai)
Semua perhitungan di atas dapat kita lakukan tanpa menggunakan alat tulis. Semua kita lakukan hanya dalam imajinasi kita. Ulangi beberapa kali. Anda pasti akan menguasainya dengan baik.
Trik untuk menguasai rumus cepat matematika adalah kuasai pula rumus standarnya – rumus biasanya. Dengan menguasai dua cara ini Anda akan semakin terampil menggunakan rumus cepat matematika.
Bagaimana pendapat Anda?
Salam hangat….Selamat berjuang Kawan!

http://apiqquantum.com/2008/03/14/metode-belajar-matematika-cara-menguasai-rumus-cepat-matematika/

Posted on Tuesday, March 13, 2012 by Ahmad Kosasih

No comments