Hallo semua ^^
Apa kabar? Wah saya doain semuanya tetep sehat yah ^^9

Oke kali ini saya akan bercerita kembali mengenai pengalaman saya kuliah dan menjalani hidup di Jakarta, yah memang apa kata orang bener hidup di Jakarta itu susah, tapi kalo kita jalaninnya dengan semangat dan ikhlas semuanya akan berasa menyenangkan dan bahagia. Apalagi bisa bareng temen2 yang boleh dikatakan "senasib" mengadu hidup di Jakarta (cieee samaan:3)

Saya sih seneng bisa punya banyak temen (alhamdulillah) yang baik dan emang pengertian semua disini. Terutama temen2 saya di kelas 1B Sekolah Tinggi Ilmu Statistik di Jakarta. Kenapa? Karena mereka mempunyai semangat juang yg luar biasa dan mampu merajut asa bersama-sama. Ya memang mereka adalah orang2 pilihan dari Indonesia, tapi saya tetap menganggap mereka adalah keluarga dan teman seperjuangan saya :)

Kami di kampus Jakarta memang banyaaaaaaak sekali rintangan dan tantangan yang kami terima. Ya karena itu konsekuensi kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Kedinasan, banyak yang bilang kalo di sini kita kuliah dengan materi yg sulit dan sukar untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Memang saya rasakan sendiri. Tapi tau ngga teman2? Di sini saya ternyata mampu merajut asa dan menggapai tujuan itu bersama dengan penuh suka cita. Ya karena kami di sini saling bahu membahu membimbing dan memberikan pengajaran yg sangat berharga sehingga kami mampu merajut asa di kampus Jakarta ini. Dari awalnya kita belum bisa memahami materi kuliah yang katanya wah, di sini kita punya cara tersendiri untuk mengatasi semua itu. Ya kita selalu mengadakan yg namanya Kelompok Studi Mahasiswa. Apasih itu? Jadi kami di sini sama2 belajar mengenai apa yg kami belum pahami. Emang KSM menguntungkan? Sedikit tapi saya rasakan manfaatnya karena di sini kami saling membantu merajut asa bersama-sama untuk menggapai suatu tujuan yang indah pada akhirnya yaitu mampu menyelesaikan perkuliahan dengan baik :)

Saya juga merasakan suatu perasaan yang berbeda saat belajar bersama mereka tentu suatu perasaan yg luarbiasa yaitu kebersamaan dan saling menutupi kekurangan. Karena di sini bukan antara yg pinter ngajar yg kurang paham, tapi kami di sini yg kurang paham dilengkapi yg sudah paham baik oleh pengajarnya atau mahasiswa yg menerima pengajaran. Karena kami di sini bukan robot yg mampu melahap habis tanpa pikir panjang mengenai ilmu pengetahuan tapi kami di sini menerima dan menlengkapi apa yg kami pelajari.

Begadang sampe malem sih pasti saat KSM itu, tapi saya selalu merasa senang walaupun biasanya saya tidur ngga terlalu larut. Tapi disinilah saya meraskan hangatnya kebersamaan, bisa bercanda dan tawa, bisa makan bersama-sama, bisa saling cerita kebahagiaan, dan memberikan suatu keceriaan. Saya amat senang bisa bertemu mereka dan sesekali bisa berjuang bersama-sama merajut asa yang telah kita punya sebelumnya. Terima kasih teman, semoga apa yg telah saya berikan kepada kalian mampu memberikan kebahagiaan kelak, jangan bosan menghadapi saya yg kadang ketiduran pas KSM (eeeeeh -_-) kalian sangat luar biasa dan saya harap bisa bersama-sama kalian sampe nantinya. Oh iya ini saya juga kasih liat keseruan kita setelah belajar di sini lah kami bisa merajut asa bersama dan berbagi kebahagiaan di kampus Jakarta ^^
Sampai jumpa lagi yah ^^//

Salam - Ahmad Kosasih - 1B - Sekolah Tinggi Ilmu Statistik

Posted on Sunday, February 15, 2015 by Ahmad Kosasih

4 comments

Halo teman-teman ^^

Kali ini saya bakalan kasih tips buat kamu-kamu yang punya samsung Galaxy y GT-S5360, iya kamu :3 (oke abaikan -_-)
kamu bosen ngga sih dengan tampilan samsung galaxy y yang gitu-gitu aja? pengen tampilanya lebih keren? tenang aja saya punya nih custom ROM galaxy y yang saya anggap stabil dan jadi favorit saya nih, namanya Custom ROM ala S5. wah kepengen kan punya tampilan yang kaya S5 :3
oke ini saya kasih beberapa screenshot dari HP galyoung saya :D







gimana keren ngga tuh? :D
mau tau caranya? :D

siapkan hal-hal berikut:
- HP Galaxy y GT-S5360 min 60% batre
- HP SUDAH DI ROOT, kalo ngga tau cari di google atau balas komentar nanti saya kasih tau :D
- Download file custom ROM di sini dan CWM di sini
- simpan semua file yg udah didownload di sdcard
- pastikan semua data penting seperti kontak dan lain-lain telah anda backup, ngga tau? tanya di komentar ato cari di internet ^^
- sudah siap? matikan hpnya :D
- patikan hp sobat sudah benar2 dalam keadaan mati (sudah bergetar)
- tekan tombol power+home+volume atas seecara bersamaan hingga HP nyala
- udah nyala ke tulisan yg merah2 belum? kalo udah berarti kamu berhasil :D di mode ini layar sentuh kamu tidak berfungsi jadi jangan khawatir cuma di mode ini ko :D untuk navigasinya kalo mau ke pilihan bawah teken volume bawah, kalo atas volume atas, kalo oke teken home, kalo mau kembali teken tombol power ^^
- nah udah itu pilih apply update from sdcard
- pilih file cwm tadi yg udah di download
- muncul mode dengan tulisan kuning :D pilih mounts and storage
- nah trus pilih format /data, terus format /system, setelah itu format /chace
- kembali ke menu sebelumnya dengan teken tombol power atau back
- pilih wipe data / reset, kemudian pilih wipe chace partition
- balik lagi ke menu mounts and storage, pilih pilhan 4 teratas, pastikan semuanya telah bertuliskan UNMOUNT jika tidak maka tekan pilihan tersebut hingga berubah dari mount menjadi unmount.
- kembali ke menu awal dan flash ROM yang udah di download tadi dengan cara pilih install zip from sdcard terus pilih choose zip from sdcard nah uda itu pilih ROM tadi yang namanya TouchWiz-Resurrected-V1_2.zip
- tunggu hingga selesai, jika sudah kembali ke menu awal dan pilih reboot system now nah proses selesai, jika flash pertama kali biasanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit.

silahkan mencoba, jika ada yang perlu dibantu bisa berkomentar. terima kasih ^^



Posted on Saturday, February 14, 2015 by Ahmad Kosasih

49 comments

Smartphone merupakan telepon genggam yang mempunyai kemampuan dan fungsi lebih menyerupai komputer. Dengan kemampuan yang canggih, smartphone mampu memberikan layanan dengan baik dan mempermudah komunikasi dengan berbagai fitur yang disuguhkannya. Tapi apakah kita tahu seperti apa perkembangan smartphone dari waktu ke waktu?

Smartphone dirilis perdana oleh IBM pada tahun 1993 dengan sebutan The Simon. Ketika pertama kali diluncurkan, perangkat ini sudah mempunyai fungsi lengkap selain sebagai mobile phone, voice dan data, juga untuk PDA dan mesin fax. Maka layak rasanya The Simon disebut sebagai smartphone generasi pertama. Setelah itu, maju ke pasar pada tahun 1998, Nokia Communicator 9000 atau 9110 menandai sesuatu yang baru dan modern dari smartphone. Perangkat ini menjadi inspirasi dan dikenal sebagai ponselnya pebisnis. Lebih portabel, dengan model slider, layar memanjang dan papan ketik qwerty menjadikan Communicator 9110 begitu melegenda. Apalagi fungsinya juga bertambah dengan kehadiran browser web, walaupun belum maksimal seperti sekarang.

Pada awal abad 21 smartphone terus mengalami perkembangan dan perbaikan bahkan penambahan fitur-fitur baru yang muncul seperti pada Palm OS Treo yang dirilis pada tahun 2001 dengan papan ketik atau keypad penuh digabung dengan jelajah tanpa kabel yang diselaraskan dengan komputer. Selain itu muncul smartphone yang cukup popular di kalangan masyarakat yaitu RIM BlackBerry pertama pada tahun 2002 dengan menggunakan surel tanpa kabel yang telah maksimal dan penggunanya sangat banyak hingga 8 juta dalam jangka waktu 5 tahun. Pada tahun yang sama semenjak rilisnya RIM BlackBerry pertama, sebuah perusahaan besar Microsoft juga merilis Windows CE yang dinobatkan sebagai “Microsoft Windows Powered Smartphone 2002”. Pada tahun 2005 Nokia juga tidak mau kalah dan bangkit kembali dengan menerbitkan seri-N ponsel cerdas 3G yang dijual bukan sebagai telepon genggam tetapi sebagai komputer multimedia. Pada tahun 2008 munculah sebuah smartphone yang menjadi cikal-bakal untuk smartphone masa kini dengan dirilisnya sebuah smartphone Android, OS untuk ponsel cerdas keluaran tahun 2008. Android didukung oleh Google, bersama pengusaha piranti keras dan lunak yang terkemuka lainnya seperti Intel, HTC, ARM, Motorola dan eBay, yang kemudian membentuk Open Handset Alliance. Smarphone pertama yang menggunakan Android OS adalah HTC Dream, merk keluran dari T-Mobile. Fitur telepon penuh, layar sentuh secara utuh, papan ketik QWERTY, dan bola jalur untuk menavigasikan halaman web. Piranti lunak cocok dengan aplikasi Google, seperti Maps, dan Gmail, juga Google's Chrome Lite. Aplikasi pihak ketiga juga tersedia lewat Android Market, ada yang gratis ataupun dengan biaya. Namun, pada Juli 2008 muncul pesaing Android OS yaitu Apple dengan memperkenalkan App store dengan aplikasi gratis dan dengan biaya. App store dapat menyampaikan aplikasi ponsel cerdas yang dikembangkan oleh pihak ketiga langsung dari iPhone dengan jaringan selular tanpa menggunakan komputer untuk mengunduh. App Store telah menjadi suatu kesuksesan bagi Apple dan pada Juni 2009 terdapat lebih dari 50,000 aplikasi yang ada. App store menembus satu juta unduh aplikasi pada 23 April 2009.

Seiring dengan kemajuan bidang teknologi dunia, smartphone kini sudah jauh lebih baik dari pendahulu smartphone pada masanya. Dengan penambahan fitur dan melakukan pembaharuan, kini smartphone merupakan suatu kebutuhan yang penting untuk berkomunikasi dan melakukan pekerjaan dengan mobile.

Sumber:
http://forum.detik.com/selamat-datang-di-era-smartphone-tingkat-tinggi-t253684.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Ponsel_cerdas
http://tyalolitavertika.blogspot.com/2012/09/perkembangan-smartphone.html
http://www.wellcommshop.com/perkembangan-menarik-smartphone-dari-masa-ke-masa
http://beritatekno.blogdetik.com/2014/07/20/sejarah-perkembangan-smartphone/
http://wikuhapsara.blogspot.com/2012/08/sejarah-perkembangan-smartphone-dari.html
https://ekanyadarell.wordpress.com/2012/03/13/perkembangan-dunia-teknologi-informasi-5-2/

Posted on Thursday, February 12, 2015 by Ahmad Kosasih

No comments

Selamat pagi semua ^^
Wah ngga kerasa nih saya kuliah di STIS udah hampir 1 semester :D
Mau tau ngga pengalaman saya kuliah di sini? (Oke abaikan ini alay -_-)
Kalian tau ngga gimana awalnya kuliah di sini? Pake seragam? Serem2 gitu? Militer? Pembinaan fisik? Wih jangan salah, walaupun pake seragam yg cool berpangkat pula, kita kuliahnya tidak terlalu diberikan pembinaan fisik yg berlebih dan kuliah disini lebih mengutamakan kedisiplinan. Yap karena STIS perguruan tinggi kedinasan non militer :D jadi kuliah di sini seru banget bisa ketemu temen2 se nusantara dari sabang sampe merauke lho :O (wiiiih kereeeeen) oke lanjut :D
Apa sih serunya kuliah di STIS? yg saya rasakan sih pokonya asyik banget kuliah di sini, temennya banyak dan berasal dari berbagai daerah, bahasa dan logat yg beda2 :v dan dapet uang tiap bulan (eeeeh ngaco kan ._.v)
Oke awal saya masuk STIS cangguuuuuung banget, kenapa? Karena saya satu2nya dari SMA saya yg masuk STIS dan teman saat seleksipun semuanya perempuan sedangkan saya satu2nya laki2 waktu itu. Haha pokonya jadi pendiem mendadak .-. Tapi setelah saya melihat sekitar mahasiswa yg keterima dari daerah lain juga ternyata ramah2 yg saya kira dulu karena saya anggap pada pinter jadi sombong eh ternyata di sini baik2 semua :D
Bahkan saat saya kenalan dengan mahasiswa juga dikenalin sama orang tuanya trus ngobrol masalah daerah masing2, ah pokonya ngga nyangka banget, kesan pertama ke kampus jadi moment yg ngga bisa dilupain ^^
Pas pertama ke STIS saya juga sekaligus daftar ulang kan ditemenin orang tua, eh pas masuk ruangan saya kaget ternyata ada penggundulan masal buat MP2K (semula MAGRADIKA). Apa sih MP2K itu? Tau OSPEK kan? Nah itu dia sama aja :D Cuma kita tuh dari tgl 8 sept sampe 2 oktober 2014 :D lama yah? Ngga ko malah seru banget :3 oke MP2K saya akan ceritakan di lain postingan :D
Sekarang balik kejudul .-.
Kuliah di sini keren kali pokonya :D temen2nya baik, ramah, lucu, gemes, imut, seru, kocak, pinter, dan lain2 pokonya seru. Kuliah yg katanya sulit juga kalo sama mereka mah jadi ke bawa seru, jadi malah pengen ke kampus terus :D
Selain kuliah juga kita biasanya ada belajar bareng namanya KSM (Kelompok Studi Mahasiswa) jadi tiap ada kesulitan kita belajar sama2 biar semuanya ngerti dan paham :D wih pokonya di sini tuh ngga ada istilah pinter sendiri, kita di sini satu keluarga. Saya sekarang kelas 1B dan saya senang sekali bisa bersama dan bareng mereka ^^ nih saya kasih liat foto temen2 saya di STIS dan fo yg paling bawah adalah penampakan yg jangan dianggap serius :v
Wah cukup sampe sini dulu deh, kapan2 saya ceritakan keseruannya lagi. Daaaah ^^//

Posted on Wednesday, February 11, 2015 by Ahmad Kosasih

2 comments



Era globalisasi yang erat kaitannya dengan teknologi informatika, secara perlahan menggiring para siswa menjadi sosok mandiri yang berorientasi ke era digital di mana segala informasi mudah didapat dan diakses. Hal ini bisa berdampak positif dan negatif, positifnya menjadikan mereka ‘melek’ teknologi dan berpikir global, namun sisi negatifnya, kemungkinan besar nilai-nilai yang tertanam sejak mereka kecil seperti, adat-istiadat, norma-norma, agama, rasa kemanusiaan, rasa empati dan rasa cinta terhadap bangsa mengalami pergeseran, sehingga egoisitas dan unsur kepentingan pribadi menjadi hal yang utama. Agar semuanya belum terlambat, perlu dibangun sebuah karakter kebangsaan yang kuat yang bertujuan agar mereka mengenal siapa sesungguhnya mereka dan di mana mereka berpijak.

Totok Suprayitno, Ph.D,
Logika Mengalir Dengan Baik

Respon  positif yang berkaitan dengan pendidikan karakter bangsa juga tercermin dari apa yang disampaikan oleh  Direktur Pembinaan SMA Totok Suprayitno Ph.D. Dalam pesannya, Direktur mengatakan bahwa  salah satu puncak kerja keras dari kawan-kawan yang akan berlaga di bidang sains, debat maupun ilmu terapan; baik itu di tingkat nasional maupun internasional adalah, telah dilaluinya jalan panjang  yang dimulai dari tingkat lokal, sampai tingkat nasional. Di tingkat internasional, mereka mewakili Indonesia, dan bukan lagi mewakili SMA. Oleh sebab itu, Direktur sangat meng-appreciate dan mengingatkan kembali kepada para peserta untuk selalu membawa dan menunjukkan karakter sebagai bangsa Indonesia.

Mengapa karakter sebagai bangsa Indonesia penting ditonjolkan?  Hal ini erat kaitannya dengan kepribadian bangsa. Menghargai dan menghormati bendera pun tak kalah pentingnya. Semua itu erat kaitannya dengan pandangan dunia internasional bahwa negara kita adalah negara yang berbudaya dan santun. Ritual penciuman bendera pun jangan dianggap sepele. Saat diadakan prosesi penciuman bendera Nasional Indonesia Merah Putih di setiap pelepasan peserta olimpiade sains maupun debat Bahasa Inggris, menurut Direktur, tersimpan makna yang sangat dalam di balik ritual ini. Di Amerika saja, ritual semacam itu terus-menerus dilaksanakan. “Oleh karena itu, tolong dicamkan bahwa pergi berlomba ke ajang internasional sebagai wakil yang membanggakan Indonesia, bisa mencapai prestasi terbaik, dan menjadi juara. Tidak menjadi juara berapa pun bukan masalah,  yang penting raihlah setinggi mungkin prestasi yang bisa dicapai,” harapnya.

Peraihan sebuah medali  juga penting, namun dalam membawa nama Indonesia hal itu bukan yang utama, yang harus dijaga adalah bertingkah laku sesuai dengan norma-norma dan adat istiadat timur sebagai bangsa Indonesia. “Di dalam tingkah laku dan pergaulan sehari-hari, tunjukkan bahwa Indonesia diisi oleh orang-orang yang pintar, cerdas dan baik, yang penuh keramahan dan santun, tunjukkan itu ke kawan-kawan sesama peserta lomba.” Sarannya.

Dalam mengikuti lomba di tingkat internasional Direktur berpesan agar ajang itu jangan dijadikan beban atau backpack atau ransel yang sangat berat, namun biarkan semuanya berlalu dan ketika Anda bebas berpikir, di situ logika yang akan mengalir dengan baik. Biarkan pikiran anda bebas berimajinasi sekritis mungkin, logikanya dibiarkan seliar mungkin, dan prestasi akan mengikuti, dari semua itu  jangan lupa berdoa.

Apa yang diungkapkan Totok Suprayitno Ph.D tampaknya memberi masukan yang cukup signifikan bagi para kepala sekolah. Mereka bagai memperoleh pencerahan bagaimana pendidikan karakter bangsa sebaiknya dilaksanakan. Para kepala sekolah ini juga memiliki beberapa kiat yang mungkin saja patut dijadikan bahan pembelajaran bagi kepala sekolah lainnya yang ada di seluruh Indonesia.

DR. Mukhlis Catio M.Ed,
Nilai Pokok Pendidikan Karakter

Berkaitan dengan Pendidikan Karakter Bangsa (Pendikar), Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik, Mukhlis Catio M.Ed kembali menegaskan bahwa tahun 2012 Pendikar berkaitan erat dengan instruksi Menteri Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi para siswa. Di samping Pendikar, Menteri  menyarankan untuk menggunakan ICT dalam rangka mensosialisasikan kegiatan tersebut. Sebab, di dalam karakter bangsa ada 4 nilai pokok yang harus ditonjolkan, pertama kejujuran. Kejujuran itu penting, bila kejujuran dilakukan dengan baik, mulai dari tingkat sekolah, maka selanjutnya mereka dalam menempuh masa depan yang lebih baik, mereka akan dipercaya oleh atasan maupun bahawan.  Kebiasaan bersikap jujur akan memberikan dampak positif bagi siswa jika kelak ia terjun di masyarakat. Inilah yang kami harapkan dari mereka.

Kedua adalah disiplin, disiplin juga pembentukan karakter di dalam diri siswa. Disiplin merupakan indikator keberhasilan pendidikan, kalau disiplinnya berjalan baik, maka diperkirakan 60 sistem pendidikan di negeri ini sudah berhasil. Mengapa? Sebab apabila disiplin sudah mendarah daging, akan terus melekat di diri siswa hingga dia dewasa.

Ketiga adalah kreativitas. Untuk menumbuhkan siswa yang kreatif mereka harus dipacu agar mandiri dan gemar membaca. memiliki wawasan luas dan menimbulkan minat yang besar di bidang entrepreneurship.  Kalau ini dilakukan dengan baik, maka  jiwa kreatif serta kemandirian mereka kian bertumbuh,  dan mereka akan menjadi manusia yang berkualitas nantinya.

Keempat kebersihan, bersih ucapan dan bersih pakaiannya, adalah sosok dari siswa yang berakhlak mulia. Ditambah lagi dengan bersih hati dan batinnya, dia tidak lagi dilingkupi oleh rasa iri dan dengki, lengkaplah ia disebut sebagai sosok siswa yang wisw dan peduli sesama, khususnya kaum miskin dan orang-orang yang terpinggirkan.

Empat nilai pokok yang harus ada dalam diri siswa dan erat kaitannya dengan Pendidikan Karakter Bangsa, merupakan fondasi yang harus terus ditanamkan. Mendiknas juga kerap menyampaikan,  bahwa ada tiga lagi hal penting yang perlu ada dalam diri siswa, pertama  sebagai hamba Tuhan kita tidak boleh congkak atau sombong, karena kita sama-sama ciptaan Tuhan, harus rendah hati dan menghargai sesama, tidak membedakan warna kulit, asal usul, etnis, agama dan sebagainya. “Sebagai siswa yang kelak menjadi pemimpin bangsa. Ke depan, dia harus mengerti visi dan misi hidupnya, punya jiwa kepemimpinan, visioner, tidak mudah tersinggung, fleksibel, bisa menyesuaikan dengan keadaan. Seorang pemimpin harus punya pengetahuan yang luas dan dia harus terus belajar dan  bekerja keras,” ujarnya.
I Nyoman Darta
Tiga Pendekatan Manajemen

Selaku kepala sekolah SMAN Bali Mandara, I Nyoman Darta memiliki beberapa kiat khusus yang ia terapkan pada para siswanya agar wawasan kebangsaan kian melekat di diri mereka, yaitu entrepreneurship, leadership dan learning to life. Para siswa di sekolah ini juga mempelajari teknik wirausaha, contohnya pembibitan jamur. Mulai dari merencanakan melaksanakan dan memasarkan, semua diajarkan. Sedangkan untuk leadership mereka digilir untuk menjadi kepala asrama, “Di sini ada sembilan rumah tinggal. Tiap rumah ada ketuanya. Sang ketua menjadi wali atau orangtua mereka yang bertanggungjawab atas apa saja yang mereka lakukan. Di dalam asrama ini mereka digilir menjadi kepala house. Dengan demikian mereka merasakan juga bagaimana menjadi seorang leader yang baik.” Tutur Nyoman Darta, kepala sekolah yang pernah memperoleh penghargaan sebagai Kepala Sekolah terbaik tingkat nasional dan pernah menjadi Kepala sekolah untuk SMAN 1 Singaraja.

Menurut Nyoman kembali, untuk mengelola sekolah menjadi lebih baik, dengan menerapkan tiga manajemen, yaitu partisipatif, keteladanan dan on time full time. Manajemen partisipatif ia lakukan dengan melempar ide ke guru-guru dan siswa dalam pemberantasan merokok di sekolah. Setelah rumusan undang-undang diperoleh maka peraturan itulah yang diberlakukan, sehingga jika dilanggar, mereka akan malu sendiri sebab peraturan itu dibuat bersama-sama. Sedangkan manajemen keteladanan dilaksanakan dengan mencontohkan diri sendiri. Nyoman Darta berpesan pada guru-guru, siswa dan siapa saja yang terkait dengan dunia pendidikan bahwa sebelum menasehati orang, sadarkan diri kita hanya bisa merubah diri sendiri dan tidak bisa merubah orang lain. “Jadi artinya sebelum saya menasehati orang lain rubahlah perilaku kita menjadi baik dulu. Itu selalu selalu saya dengung-dengungkan,“ ujarnya.

Manajemen on time full time adalah dengan menyadarkan betapa pentingnya kita menghargai waktu. Jadi pendidikan karakter itu harus dibentuk, bukan dinilai. Untuk melihat proses peningkatannya itu lewat penilaian, akhlak mulia dan kepribadian, adalah tugas guru untuk membinanya. “Bila ada guru yang membentak-bentak murid, gurunya saya panggil, saya salahkan guru tersebut, sebab kalau membentak semata-mata melihat nilai saja, itu kurang bermanfaat. Guru harus bertanya mengapa dia begitu? Jika ada guru yang masuk kelas muridnya tidak ada kita harus instrospeksi diri, tidakkah kita yang suka terlambat datang mengajar? Jika kita rajin pasti muridnya juga rajin, munculnya murid yang malas dari kita gurunya sendiri.” jelasnya.

I Ketut Suyastra,
Pola dan Contoh yang Bagus

I Ketut Suyastra selaku Kepala Sekolah SMAN 3 Denpasar Bali, memberi masukan yang positif dangan diadakannya Kemah Remaja. Semua kegiatan kalau dilaksanakan dengan baik itu bagus, namun di lapangan kita harus lebih jeli mengantisipasinya. Pola yang bagus agar siswa semakin mencintai bangsa ini adalah dengan memberikan contoh. Misalnya jika saya bicara masalah kedisiplinan, saya harus hadir tidak boleh terlambat, saya tidak boleh bicara disiplin pada anak-anak kalau saya sering terlambat datang ke sekolah.” Terangnya. Sebab, untuk menjadi  suri tauladan bagi orang lain itu sulit dan harus dimulai dari diri sendiri. Pendidikan karakter mungkin bisa berhasil dengan baik asal diimbangi dengan contoh-contoh perilaku kita sendiri.

Drs. I Made Nengah,
Seni dan Kepramukaan

Penerapan seni dan kepramukaan sangat erat hubungannya dengan karakter bangsa, demikian diungkapkan oleh  Drs. I Made Nengah Kepala sekolah SMAN 1 Ubud. SMAN 1 Ubud mengangkat 4 karakter yaitu religius, toleransi, peduli lingkungan, dan disiplin.

Seni dan budaya yang berkembang di sekolah ini tidak perlu diragukan lagi. Setiap tahun dalam ajang lomba-lomba seni yang diadakan di tingkat provinsi maupun nasional, kerap keluar sebagai juara satu. Sekolah yang banyak melahirkan bibit-bibit penari Bali yang handal ini, kerap didatangi negara-negara luar seperti Australia, Amerika dan Jepang untuk menimba ilmu. “Melalui seni dan budaya, membentuk para siswa menjadi pribadi yang lembut dan bersahabat. Dengan demikian karakter bangsa yang ingin dimunculkan dalam diri remaja itu dapat tersalurkan.” Jelas Made Nengah. Fanny/Rinda

Posted on Saturday, July 07, 2012 by Ahmad Kosasih

No comments